Meluncurlah kami dari daerah Pondok Chandra (tempat belajar bersama kami), menuju ke sebuah jalan (yang sumpah panjang banget) kecil sepanjang 5-6 kilometer ke arah barat laut Pondok Chandra.
Perjalanan yang mencapai setengah jam yang cukup membosankan, karena jalannya lurus dan di sebelahnya hanya di penuhi dengan tambak-tambak segoro (niwey ternyata nama daerahnya dekat dengan Segoro Tambak, tepat di sebelah jalan tol Waru-Juanda yang baru), akhirnyalah kita sampai di sebuah warung ikan bakar bertembok kayu hijau berjudul Warung SIDODADI. Tepat di depannya terdapat sebuah TPI (Tempat Penampungan Ikan) *pasar ikan, kalau nggak salah namanya TPI Juanda, yang ternyata nih, kalau ingin makan di warung tersebut kita harus beli dulu ikannya di pasar ikan tersebut. Karena warung tersebut khusus hanya menyediakan jasa bakar dan masak saja.Jadilah kami ber-sembilan ngerumpel di dalam pasar, untuk mencari-cari seafood apa yang tepat untuk dijadikan ganjalan perut.
Setelah bertemu dengan salah satu penjual, asisten teman saya yang sudah terbiasa membeli di daerah tersebut mulai menawar-nawar beberapa seafood yang kelihatannya sih masih segar-segar (Seru tuh bisa ditawar). Kami akhirnya memilih 4 macam seafood, yaitu 1 Ikan kakap merah (yang gedhe banget), 6 Ikan Baronang, sekilo cumi segar, dan sekilo Kerang batik.
Setelah kita selesai membeli beberapa seafood tersebut, tahap selanjutnya berlanjut ke warung yang kami lihat sebelumnya. Ternyata dengan mudah kita dapat mengorder apa yang kita inginkan untuk mengolah seafood-seafood yang telah kami beli tersebut untuk dimasak dengan berbagai macam style.
Kebosanan mulai melanda, karena makanan tersebut akan diolah cukup lama. Akhirnyalah beberapa orang dari kami termasuk saya mulai gatel ingin mengabadikan momen langka ini. Jalan-jalanlah kami memutari kawasan pasar ikan lagi, yang ternyata kami menemukan ikan yang belum pernah saya temui. Ikan hiu! tapi yang ini dalam bentuk kecil, mungkin peranakannya kalee ya. Dan memuaskan diri melihat perahu-perahu yang sedang landed di pinggiran sungai sebelah TPI tersebut.
Setelah puas befoto-foto ria di dalam pasar, akhirnya kami kembali ke warung Sidodadi tadi, dan beberapa menit kemudian tersedialah beberapa pesanan kami yang hmmmmm "Delicioso ..."Sumpah enak banget, entah karena kami lagi laper, atau terkena euforia wisata kuliner di daerah pelosok, yang pasti kami menikmati sekali menyantap makanan di warung kecil tersebut.
Selama satu setengah jam kami makan-makan dan ngobrol di tempat tersebut. Memuaskan, walaupun dengan terpaksa saya harus merelakan kamera digital saya amis terkena aroma ikan di tangan saya.
But it's okay, worthy ...
Guys, kalau iseng ke daerah sini, mampir-mampir ke tempat ini, gak bakalan rugi kok ... kalau mampir dan gak tau jalan, ajak aja saya??? hehehe *pengennya makan gratis lagi maksudnya ;p
Ingin tau gambar lebih lengkapnya ?? Klik aja di SINI
HAH!!!
ReplyDeleteKULINER LAGI!!!
arrrgghhh, baca blog nya fenty bisa2 bikin gendut...hehe...
ati2 fen, bisa gendut tuh...tar tau2 pake clananya dah gak muat...hihih...
HIDUP FENTY...KULINER BIKIN GENDUT!!!
*smangat 45*
wah, sabtu kemarin nguliner di festival jajanan bango ga nih?
ReplyDeletemana nie fenty liputan wisata kuliner di FJB 2008 nya?
ReplyDeletekalo mau versi live report bisa baca di bangomania.wordpress.com
seru seru seru, aku mau tuh nyobain, pengen banget nyobain kuliner yang agak extrim tempatnya, kapan2 dianter kesana ya fen, ato kasih tau donk jalananya, cooooolllll
ReplyDeletefen... ajak aku ya kapan-kapan
ReplyDeleteeh btw kamu tambah ndud aja sih?
kangen fenty
Sayang gak bisa dateng :(
ReplyDelete