Anyway, out of talk dari Ziarah Wali Blogger, saya hari Sabtu dan Minggu kemarin melakukan sedikit refreshing dengan teman-temen sekelas saya di MMT-ITS. Kebetulan juga semester nanti adalah semester terakhir kami, karena kami sama-sama tinggal mengerjakan proposal tesis dan tesis.
Well, perjalanan kami kali ini kami putuskan untuk pergi ke telaga Sarangan, dan menginap semalam di sana. Bagi teman-teman yang tidak tau dimana telaga Sarangan, daerah tersebut terdapat di atas kota Magetan, perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa tengah.
Daerah ini memang terdapat di dataran tinggi, jadi kalau teman-teman tertarik untuk melakukan perjalanan ke sini, siap-siap bawa jaket, baju hangat, kaus kaki ataupun topi kupluk yang biasanya dipake Noe Letto itu loh. Kebetulan saya ini orang yang nggak tahan sama udara dingin, hehehe, jadi saya bawa kaus kaki sampai 3 pasang :p
Perjalanan diawali dari Surabaya menaiki travel menuju ke Madiun, ke rumah salah satu teman saya disana. Sesampai di Madiun, teman saya tersebut mengajak kami makan di sebuah rumah makan yang katanya rumah makan terlama di madiun, Dawet Suronatan. Terletak tak jauh dari Alun-alun kota Madiun, walaupun jalannya sempit, tapi jangan tanya pengunjungnya, banyak banget. Hidangan yang paling khas di tempat ini tentunya adalah dawetnya, dan terbukti memang enak banget, hmmm
Setelah makan, kami diajak ke salah satu monumen bersejarah di daerah Madiun, yaitu Monumen PKI 1948.
Tempat yang cukup sejuk dengan udara yang masih alami, karena berada di dataran tinggi Madiun.
Setelah berfoto dan menikmati sedikit sajian durian *anyway, teman saya tersebut membeli 11 buah durian untuk dinikmati kami selama 2 hari liburan tersebut, hehehehe, mabok mabook deh*, sorenya kami melanjutkan perjalanan ke Sarangan.
Sedikit saran, kalau memang berniat untuk menginap di Sarangan pada waktu liburan panjang seperti kemarin, memang lebih baik check in ke penginapan pada sore hari dimana para wisatawan berbondong-bondong pulang, jadi jalanan Sarangan yang cukup sempit itu dapat leluasa kita lewati.
Kalau tidak salah untuk masuk ke Sarangan, di bandrol seharga 4500 per orang/dewasa, dan 3000 anak kecil, dan untuk kendaraan pribadi 5000 rupiah (kaya'nya, lupa memfoto :p)
Sesampainya di Sarangan, kami langsung masuk ke dalam motel, dengan liburan cukup panjang seperti kemarin, lebih baik bersiap-siap untuk memesan kamar jauh-jauh hari, kalau tidak, bisa kehabisan.
Untuk ukuran Motel yang seperti kami inapi kemarin, dibandrol dengan harga 150 ribu per kamar. Motel tersebut pun juga tidak terlalu baru bahkan cenderung kuno. Jadi kalau mau menginap di penginapan yang lebih baru, mendingan menyiapkan uang yang lebih banyak kali ya :D
Hari pertama lebih banyak kami habiskan di penginapan dengan berkaraoke, main kartu remi *hahahaha, siap-siap coreng moreng oleh bedak, kalau kalah* dan menyantap makanan yang dijual keliling di daerah tersebut, antara lain sate kelinci, bakso, roti bakar, jagung bakar, ronde (dan durian yang teman saya bawa tentu saja). Sajian yang memang cocok di daerah dingin seperti itu.
Hari kedua, karena lebih banyak teman lagi yang datang, saya dan teman-teman menikmati fasilitas yang ada di danau Sarangan tersebut, antara lain keliling danau dengan boat (yang saya naiki sampai 2 kali :D, 40 ribu sekali putaran, 1 boat bisa dinaiki 2-6 orang), mengelilingi jalan di sekitar danau dengan kuda (30 ribu per putaran, yang tidak saya naiki karena tidak sempat), dan terakhir kami melakukan perjalan ke Air terjun Tirtosari *semoga namanya gak salah*
Nah ini nih, yang lumayan berat, untuk orang seukuran saya (doh) dan jarang olah raga, perjalanan ke sana cukup memberatkan, karena jauh (4 km!!) dan jalanannya terjal ke atas, dan kami memutuskan untuk jalan kaki kesana.
Walaupun ada fasilitas kuda ataupun ojek, tapi objek yang dilewati memang indah, jadi kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk jalan bareng-bareng. Berat banget, apalagi sekilo sebelum air terjun, tanjakannya luar biasa, kaki saya pun sampai sekarang masih pegel-pegel, fiuuhh.
Namun harga masuknya lumayan murah, 1000 rupiah per masing-masing jalan masuk, ya itu sih karena kita jalan kaki ya :D, jadi kami hanya membayar 3000, tapi hati-hati pada beberapa orang di sana yang memaksa untuk membeli sate setelah sampai di atas. Sampe diikuti terus, agak menyebalkan, padahal nggak mau makan sampai di atas sana, hhuuhh ...
Air terjunnya cukup bagus, dengan ditata bertingkat-tingkat sehingga memudahkan pengunjung untuk menikmati grujugan air terjun, dan airnya yang dingin bisa mengobati lelah di kaki kita selama kita mencoba naik ke atas sana.
(klik gambar untuk memperbesar objek)Setelah lelah akhirnya kami kembali ke motel dan istirahat untuk melanjutkan perjalanan pulang. Sebelum pulang kami menyempatkan diri mampir pula ke pusat kerajinan kulit Magetan, tapi karena kami tidak terlalu tertarik pada kerajinan tersebut, kita malah membeli beberapa oleh-oleh berupa makanan :D
Ada Carang Mas, Telo ungu, lempeng puli, pecel dan lain sebagainya ...
Benar-benar perjalanan yang menyenangkan, walaupun saat saya pulang, saya mengalami diare yang tidak mengenakkan, hiks ...
Tapi yang penting kan acara berkumpulnya ...
Ah, can't wait for another trip ...
Kalau kalian liburan kemana ??



wooo... gara2 duren itu kayaknya ya?
ReplyDeleteAduuh nyammi banget liat hidanagn ala Madiun :) denger2 pecel Madiun enak ya Fen?
ReplyDeleteNggak cuma makan Duren, mungkin juga agak masuk angin setelah wisata keliling Madiun, he he! Mudah2an dah sembuh diarenya :)
Met beraktivitas neng Fenty :D
wah koko fahmi kok ndak diajak. kan bisa jadi anget2an di sarangan ;)
ReplyDeleteTemplatenya anyar ye
ReplyDeletesate kelinci enak gak? mo nyoba kok gak tega ya ...
ReplyDeleteWah, bersyukur banget tuh, bisa jalan jalan, uhuhuhuhu, aku juga pengen.
ReplyDelete@fahmi! : tapi biasanya juga gak pa2, walaupun sebanyak itu, mungkin faktor suhu juga deh :(
ReplyDelete@judith : hehehe iya mbak, ehm ... kalo pecel belinya di Madiun emang ternyata lebih enak sih mbak, dibanding beli yang keliling di Sarangan gituh
@Dion : belum saatnya
@diorockout : lah kan udah dari kemaren-kemaren, yor, ini bahkan udah dengan sedikit perubahan
@pinkparis : hampir kaya' ayam sih, tapi katanya dagingnya lebih bersih, mungkin aku ini kualat ya sama kelinci jadi diare gituh, hahahahaha
@raffael : ya jalan-jalan dong, mas :D
Pernah ke Sarangan tp belum pernah naik boat,apalagi naik kuda.Jd ke sana dulu cuma jalan2 aja,sambil nyari sate kelinci. :D BTW,daerah di situ memang banyak yg ternak kelinci kali ya?
ReplyDeleteGak mampir ke Tawangmangu sekalian?Kan deket. ;)
ahh ndak seru ndak ajak-ajak sayah ce hehe
ReplyDeletekalo tu2t mah.. dirumah ajah dengan berbete-bete ria.. sigh...
ReplyDeletewah jangan lupa oleh2nya y fen wokokokoko :p
ReplyDeletenanti kalo sibukanku dah agak berkurang , pingin juga ke tlaga serangan trus pulangnya mampir ke rumah yg punya blog ini , hehe
ReplyDeletekamu yang mana jeung... :)
ReplyDeletekok usum nang sarangan yo, masku yo bar ko kono, tapi aku gak melu..
ReplyDeleteeh, aku dibawain oleh-oleh telo ungu loo...
tlaga sarangan lumayan tuh bagusnya....sama ko dengan t;laga ngebel...hehehehe
ReplyDeleteTidak kemana-mana, di rumah saja he he he he...
ReplyDeleteEnaknya...
ReplyDeleteSaya liburan ke kampus trus..hiks
@andri :mungkin ada ternaknya kali ya ... gak ke tawangmangu, memang gak direncanakan ke sana
ReplyDelete@eros : yeee ...
@ecchan : kenapa sih, bu ??
@ericova : ada sih, mau ??
@nirmana : walah, jauh amat sarangan ke surabaya ... fiuh
@mitra : yang pake jilbab dong say
@ndop : aku yo ono telo ungu, gelem tah ndop :D
@mrpall : telaga ngebel dimana ?
@galisatria : waah ruuggii ... *halah, aku sering pergi2 aja, hahahaha*
@just bryan : iya, waduh emang buka ya tuh kampus ??
*nglirik bakso* iKs jadi laper
ReplyDelete*nunggu undangan buat yang mau ultah*
met ultah ya neeeeng *takut keduluan yang laen*
semoga di berkahi sisa umur yang berkah dan manfaat
sukses dalam karir dan pendidikan
serta semakin dekat jodohnya hehe
amiiin
weeee enak eeee mlaku mlaku...paling enak mangan mangane
ReplyDelete@ar_eros : ih double response ... hahaha, eh aku ya maksudnya ?? hehehe, masih seminggu lagi kok, ros
ReplyDelete@cebong ipiet : enak se mangan2ne, tapi gak enak diare-ne ... hiks ...
Wah enak-e rek mbak fenti, adem-adem nang sarangan. Padahal sarangan iku lak anget seh yo?
ReplyDelete(sarangan-ne dandang anget fiq)
Sarangan??? munggah sithik nyebrang gunung sudah sampai Tawangmangu, banyak obyek wisata juga loh... ke barat dikit sudah sampai Solo... mampir ngumahku, hehehe
ReplyDeletekita saling mendoakan ya kak Fenty, agar semester depan jadi yang terakhir boeat kita..amien..
ReplyDeletemana oleh2 buat Pluk dari Sarangan ??
dari sarangan naik terus ntar ketemu di grojogan sewu. 2 minggu kemarin aq baru dari sana. hehehe
ReplyDeletebagus lho
iya, mbak. kemarin wkt aku ke semarang sempet ketemu temen2 TPC yg sdg melakukan ziarah.
ReplyDeletebtw, msh tetep bertanya2...
kapan ya aku ke surabaya dan sekitarnya? hmmm...
blm ada waktu, euy. :(
@arqu3fiq : hehehehe
ReplyDelete@Andy MSE : iya banyak yang bilang soal Tawangmangu, tapi emang waktunya aja yang gak memungkinkan
@Cempluk : iya, amien, pluk :)
@ma6ma : apa bedanya sama tawangmangu ?? aku sih mau2 aja, ma, asalkan ada waktu dan temen yang diajak, hehehehe
@Juminten : hoo, ketemu mereka toh :D, ada yang nyantol gak ? hahahaha, iya nih, kapan mampir ke Surabaya, aku tunggu loh, Nill :)
acara jalan-jalannya kayaknya menarik...
ReplyDeletefoto2nya jg keren
salam kenal....
wah saya pernah ke Sarangan waktu kecil dulu, dulu siang udah berkabut dan dingin..
ReplyDeletemaybe next time
terakhir ke sarangan tempatnya ga se indah dolo ... ga tau sekarang deh, patut dicoba kesana lagi
ReplyDeleteBTW di sarangan ketemu ma sodara ga ;p~
jadi pengen kesana
ReplyDeleteWah mbak kox gak ajak-ajak sech kalo travelling.... lain kali ikut yach... **Dijotos mas Fahmi...
ReplyDelete@indon : iya, menyenangkan ... makasih fotonya dibilang keren
ReplyDelete@iman brotoseno : hehehe, mampir mas kesana, ntar diposting di blognya ya ?? jadi penasaran liat liputannya :D
@arai : iya, ketemu, sodaramu ... yang ngak nguk ngak nguk itu kan ?? (evilsmirk)
@ikhsan : lah tancap gas, dan mampir ke sana dong :D
@frenavit : lah bukannya kamu sibuk berziarah :D
Bakak gak enak dum ya, diare waktu jalan2.
ReplyDeleteSukses deh, biar eksis di arena "perjalanan kota2". ^_^
pasti perjalanan yang menyenangkan :D
ReplyDeleteWah, pasti asyik nih
ReplyDelete@re_notxa : iya, untung cuma pas pulangnya aja :)
ReplyDelete@yudi : Alhamdulillah begitu :D
@edi psw : not bad :)
Wah jln2 nih, oya salam ma temen q kalo ketemu, q punya temen di magetan, he2...
ReplyDeleteAku blogger Magetan salam kenal... dan kalau mau bisa tukeran link ga?
ReplyDeletesalam kenal mbak fen,rencna besok mau ke sarangan dr ponorogo..,tp gak kuat kalo musti jalan kakì ke tirtosari-nya,..pasti cuapek n puegel ya,..
ReplyDeleteSalam dari anak Magetan
ReplyDelete