Pertama kali saya melihat buku ini, saya tertarik pada judulnya, catchy, writer versus editor.
Saat melihat covernya saya semakin tertarik, gambar covernya berupa lukisan buku menggunakan cat air yang tidak disapu dengan rapi. Terakhir, saat saya membaca sinopsisnya sama semakin tertarik karena ada nama Nuna disana, hahaha. Secara ya Nuna itu nama yang jarang dan kebetulan saya mengenal nama orang yang sama dengan tokoh tersebut, membuat saya akhirnya membeli buku ini.
Basicly, ceritanya mudah ditebak, cerita cinta yang ringan dan bisa dibaca dalam waktu senggang.
Bercerita tentang Nuna R. Mirja, seorang penulis baru yang bermasalah dengan editornya, Rengga.
Lalu di penerbitan tempat ia mengajukan bukunya, Nuna bertemu dengan cinta lamanya, Arfat yang ternyata bekerja sebagai atasan Rengga.
Ya, seperti tadi yang saya katakan, mudah ditebak, Nuna, Rengga dan Arfat terbelenggu dalam kisah cinta segitiga. Hal yang cukup bikin saya mengernyit adalah bahwa tokoh Nuna ini ngefans banget sama drama Korea. Kemungkinan Ria N. Badaria, penulisnya, juga ngefansnya banget banget sama drama korea tersebut. Sehingga ceritanya terkesan sangat mendayu-dayu macam korea dan penuh dengan air hujan *literally* hehehe, saya sih menangkap bahwa cerita ini ditulis atau disetting pada musim hujan.
Jadi banyak yang sakit, banyak yang kehujanan dan banyak yang kedinginan :D
Tapi saya sangat-sangat menghargai penulisnya, karena susah loh membuat sebuah cerita yang ada konflik dan penyelesaiannya dengan runut seperti itu. Karena saya pribadi membuat cerita begitu saja harus mikir selama bertahun-tahun, hahaha, itu mah saya aja yang lelet ya xD
Well, toh saya tetap menikmati buku ini, dan jadi penasaran membaca buku Ria yang pertama, Fortunata.
Kabarnya itu yang membuat ia mendapat penghargaan sebagai penulis muda berbakat terbaik Khatulistiwa Literary Award 2008-2009.
Ditunggu karya selanjutnya yaaa ;)
Wassalamualaikum,

Aku juga baca buku itu. Tulisannya menarik dan gaya bertuturnya segar. Apa khabar bu dosen yang cantik?
ReplyDeletesepertinya menarik.. meskipun kayanya dari reviewnya aga lebay ya? tapi tetep jadi pgn baca hehe..
ReplyDeleteoalah itu novel to mbak, aku kira kolaborasi kerja antara writer dan editor, hehe
ReplyDelete@mbak titie : baik mbaak :) mbak titie apa kabar ? ;)
ReplyDelete@karina : akan mampir :)
@devi : hahaha, nggak lebay2 banget sih, masih bisa dinikmati :)
@jarwadi : itu novel :)
aduh ini yang aku gasuka, kalau ada review buku, bingung mau nyari di mana. Nganjuk ga ada gramedia euy :(
ReplyDeletetks reviewnya.... :)
ReplyDeleteending aja langsung di ceritain, Fen hihihii... *ditimpukmassa
ReplyDeleteahhhh mau nulis resensi buku2 yg uda aq baca ahh,,,ikut2,,hehehhe
ReplyDeletesaia mau baca bukunya fenty ajah...kapan nongol?
ReplyDeleteaku dari kmaren2 mau beli buku ini ga jadi terus. tapi abis2 ini beli aja kali yaaa :)))
ReplyDeleteending boleh ketebak. nah, yang harus menarik adalah jalan menuju akhir itu...
ReplyDeleteTuh 'kan, pengaruh drama korea udah bener2 menelusup ke dalam nadi orang indonesia... >.<"
ReplyDeleteSaya gak sabar lagi pengen nulis review buku lagi. :)
penasaran jadinya.... apalagi dibuat melow ala korean drama. Sukaaaa
ReplyDeleteaku mau loh dipinjemin buku ini. kayaknya kok bagus :D
ReplyDeletesampe2 ya, di dalem cerita buku2 indonesia juga cerita tentang drama korea, hadeuhh >_<
ReplyDeletenice post :)
ReplyDelete