Saya seharusnya belajar dari pengalaman, mahasiswa saya itu banyak (pake banget) saya mengajar di 5 kelas saat ini, memang sih 2-3 kelas di antaranya hanya itu-itu saja mahasiswanya, tapi karena hal tersebut membuat saya bingung dengan penilaiannya. Tugas yang diberikan itu hampir tiap minggu, dan hal tersebut membuat administrasi penilaiannya harus bagus, maksudnya misalkan nih tugas pertama diletakkan di satu kotak, tugas kedua diletakkan di satu kotak, dan seterusnya, ya seharusnya begitu.
![]() |
| Picture taken from THIS SITE |
Sedangkan kami tidak, menggampangkan penilaian tersebut sehingga beberapa tugas keteteran. Kenapa saya bilang kami ? Dalam perkuliahan yang saya ampu, memang sih saya bekerja dengan tim, satu kelas dengan 2 dosen. Yang seharusnya dapat bekerja lebih mudah ya, saya sih selalu mengampu diri saya sebagai yang "bagian memasukkan nilai", tapi piye ngene iki ... (gimana gini ini)
Well, anyway, untungnya saya bekerja dengan orang-orang yang berpikiran ke depan. Ada salah satu rekan saya yang langsung memasukkan nilainya ke dalam komputer. Dulu, saya pernah begitu, entah ada apa dengan saya semester ini. Jadi hal ini akan menjadi pembelajaran saya untuk semester depan.
Ya, bukankah kita harus belajar dari pengalaman, bahwa jangan sampai terjatuh ke lubang yang sama dua kali ? :)
I think that's all, thank you
Wassalamualaikum,

Chayo bu doseeen ヽ( ̄▽ ̄)ノ
ReplyDeleteOh ya.. temenku ada yg keterima kuliah di dkv upn lhoooo... desainnya yuahud! Tapi dia otodidak.. makanya dia mau membekali secara akademis.. dia start ajaran baru siyh.. ndak tau bakalan kamu ajar ato aik yg ngajar xD
semangat dong bu'eeee....
ReplyDeleteternyata jadi dosen sama ribet nya sama jd mahasiswa yak wkwkwk...
ReplyDelete@tutut : aku sama aik tandem kok, tut :)
ReplyDelete@nora : iyaaaa :D
@mila said : sama banget T_T
"mengampu" ki artinya apa to?
ReplyDelete