Duuh,
udah lama nggak piknik, mungkin saya sering marah-marah juga gara-gara kurang
piknik kali ya, hahaha.
Kalau
kata psikolog sih saat pikiran kita relax, kita jadi lebih sehat, lebih bahagia
dan berpikir positif pada banyak hal. Hore banget kayaknya, hihihi, jadi pengen
jawil suami kaaan.
Anyway,
saya sering sih ngecek situs-situs traveling, pilihan pertama saya selalu
traveloka duluan, mungkin faktor tagline-nya selalu terngiang di otak saya, “ Traveloka dulu, ...” yang lain kemudian,
hahaha. Sip banget tuh advertising agency-nya bikin tagline.
Ngomong-ngomong
soal piknik, kalau ada waktu saya nggak mau jauh-jauh dulu ke luar negeri kok,
Bandung akan jadi salah satu pilihan saya. Why? karena saya jarang ke Bandung,
hehehe, bisa dihitung dengan jari banget deh pengalaman saya jalan-jalan ke
kota yang satu ini. Terakhir kesana 5 tahun yang lalu saat pernikahan kakak dari kakak ipar saya, lama ya bok. Tapi entah kenapa saya selalu kangen untuk kembali lagi.
Karena hellow, disana banyak banget destinasi wisata yang bisa diexplore. Nggak
cuma wisata pemandangan, kuliner, pendidikan, sejarah dan tentu saja budaya.
Dan
Bandung gitu loh, siapa tau saat saya jalan-jalan kesana eh ketemu Kang Emil
yang lagi blusukan ke tempat yang kebetulan saya tuju, boleh dong salaman,
selfie dan minta nasihat percintaan, halah, hahaha.
Urusan
menginap di Bandung ? Hmm, saya nggak perlu khawatir sepertinya, pilihan hotel
di Bandung itu banyak, eh bukan banyak, buanyaaaaaaak, hahaha. Secara Bandung
termasuk destinasi wisata, pasti membuat banyak pengembang mengembangkan
properti berupa hotel disana. Mau pilih yang dari harga 200ribu sampai puluhan
jutapun pasti banyak. Cari di Traveloka pasti cepet banget deh, tinggal cari
hotel dengan kisaran harga yang diinginkan, bluuf, ratusan hotel terpampang
nyata disana.
Idea’s
hotel Bandung bisa jadi pilihan yang tepat nih buat kami untuk menginap nanti,
selain tempatnya strategis, harganya juga sangat terjangkau. Ada wifi, internet
di dalam kamar, parkiran luas, sarapan yang enak, kayaknya merupakan tempat
yang bisa banget jadi pilihan terbaik untuk wisatawan berbudget rendah macam
kami, hahaha.
| https://www.traveloka.com/hotel/indonesia/ideas-hotel-bandung-3000010003286 |
Pilihan
kami manapun nantinya semuanya bisa dipilih di Traveloka, harganya pasti lebih
terjangkau dibanding kami pesan langsung ke hotelnya dan kalau saya ragu dengan
pilihan pertama masih banyak pilihan lain yang bisa kami tuju, simple.
Berhubung saya dan suami juga suka wisata sejarah, ke Bandung tak lengkap rasanya, jika
tidak mengunjungi museum Konferensi Asia Afrika atau museum KAA. Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu saksi bersejarah mengenai kiprah
Indonesia di dalam kancah politik luar negeri. Dahulunya tempat ini adalah
tempat berlangsungnya konferensi bertaraf International pada tanggal 18 – 24
April 1955 setelah sepuluh tahun
Indonesia merdeka.
| www.indonesiakaya.com |
Kesuksesan konfrensi
Asia Afrika tersebut membuat semakin besar semangat untuk terus mengibarkan
nama Indonesia di ranah internasional. Untuk mengabadikan momen bersejarah itu
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H.,LL.M. menggagas ide untuk menjadikan
tempat tersebut sebagai museu, maka dibangunlah museum Konferensi Asia Afrika. Sebagai
catatan saya, Museum Konferensi Asia
Afrika terletak di jalan Asia Afrika No. 65 Bandung, Jawa Barat.
Selain
museum Asia Afrika, ada beberapa museum menarik lagi di Bandung, antara lain
(1) Museum Barli. Museum Barli didirikan oleh seorang maestro seni lukis
realis yang bernama Barli Sasmitawinata. Di museum ini selain kita dapat
melihat berbagai macam hasil lukisan kita juga akan menjumpai berbagai acara
tentang seni lukis, karena tempat ini sering dijadikan berbagai kegiatan seni.Selain itu kita dapat menjupai banyak koleksi mainan
era 1980an. Mainan yang di pamerkan di museum Barli seperti komik era 80an,
mainan plastic, nintendo, gamebot dan masih banyak lagi. Wah pasti saya dan suami akan
bernostagia dengan semua mainan yang ada di museum Barli. Museum Barli terletak
di jalan Prof. Ir. Sutami No. 91, Sukasari Bandung
![]() |
| https://plus.google.com/112332275608353443245 |
(2) Museum
Sri Baduga, yang berisi sejarah kota Bandung dengan berbagai koleksi replika,
maket dan foto-foto sejarah, yang terletak di jalan Jalan BKR No. 185, Bandung.
(2) Museum Geologi,
yang berisi informasi tentang sistem tata surya, geologi Indonesia, fosil
manusia purba, berbagai jenis bebatuan, aktifitas gunung berapi di Indonesia,
dan berbagai informasi informasi penting lainnya. Museum yang hampir
mirip dengan museum yang pernah kami kunjungi di Sragen,kampung halaman suami
saya, hehehe. Museum Geologi beralamat di, Jalan Diponegoro No. 57 Bandung.
(3) Museum Pos Indonesia, sepertinya museum yang
ini menarik, ada tiga kategori dari koleksi museum di sini antara lain koleksi
sejarah, koleksi peralatan dan koleksi filateli, kalau ada yang nggak tau
filateli itu adalah seni mengkoleksi perangko, hehehe. Disana kita juga juga akan
menemukan benda-benda pos seperti sepeda jadul onthel Pak Pos, timbangan surat,
dan berbagai peralatan pos lainnya yang dipakai saat jaman kemerdekaan hingga
menjadi memori yang luar biasa sekarang J Lokasi
museum pos Indonesia berada di, Jalan Cilaki No. 47, Bandung.
Cukup
museumnya, gimana dengan kuliner, waaah, di Bandung pasti banyak banget dong
wisata kuliner. Tapi ada satu tempat menarik bernama Paskal Food Market, kita bisa mencicipi kuliner khas Bandung disana. Lokasinya yang tidak begitu jauh dengan pusat kota membuat Paskal food market menjadi tempat favorit para pemburu
kuliner di Bandung loh. Di
tempat ini katanya banyak
menyediakan berbagai menu khas Bandung sampai menu makanan luar negri.
| www.anekatempatwisata.com |
Konsep
paskal food market pun tidak kalah menarik, desain outdoor dengan hiasan kolam
yang berada di tengah paskal food market beserta lampu pijar membuat tempat ini
menjadi romantic pada saat di malam hari. Selain itu di tempat ini juga
disediakan live music.
Dan yang paling penting, harganya terjangkau, daripada kita ngafe-ngafelucu tapi nggak ada budget ke situ ya mending di sini kan :D
Hmmm,
cukup deh ngetik-ngetiknya, sudah saatnya menyampaikan “proposal” ini ke Pak
Suami, kira-kira kapan ya kita berangkat ke Bandung, hehehe.
Wassalamualaikum,

Hm hm hm kok ada yg dihighlight, ada yg engga?
ReplyDeleteuhuk, dimintanya begitu xD
Delete