Beberapa waktu ini saya sedang sering menonton film dokumenter di Netflix, anyway karena sebenarnya sedang tidak banyak pekerjaan yang menuntut sih (dan mumpung lagi langganan netflix), jadi kenapa tidak, mari kita luaskan pandangan kita dengan banyak nonton dokumenter yang ternyata bikin berpikir beberapa hal.
Jadi beberapa dokumenter yang saya tonton kemarin ada The most hated man on the internet, Bad Vegan, Tinder Swindler, Puppet Master, dan Worst roomate ever. Yang membuat saya berpikir, hmm ... ada ya orang yang memanfaatkan kerapuhan psikologis manusia demi niat jahatnya, tidak hanya niat sih, tapi benar-benar dilakukan.
Sedihnya, mostly korbannya adalah perempuan!
Yes, so sad, sebagai perempuan tentunya ini juga menjadi pemikiran sendiri buat saya. Saya yakin dengan sangat, perempuan-perempuan yang menjadi korban penipuan ataupun kejahatan yang dilakukan oleh beberapa oknum tersebut, bukan hanya "wanita lemah", tidak punya pendirian, gold digger atau apapun lah ya. Tapi emang dasarnya orang jahat dengan segala modusnya bisa sangat pintar menyeret perempuan-perempuan tersebut dalam jurang kebohongan mereka. Sepanjang dokumenter tersebut saya bisa tiba-tiba menyumpah, ikut sedih, berempati dan malah jadi kepikiran ingin menulis ini kan ya, hehehe.
Ya emang inti film-film dokumenter tersebut supaya kita belajar bahwa hidup itu tidak bisa selalu "sempurna", lebih penting lagi ya gak ikut terseret dengan manusia-manusia jahat macam mereka. Tidak berharap akan bertemu orang-orang seperti itu, dan juga tidak berharap teman-teman yang membaca tulisan ini bertemu dengan orang-orang semacam mereka. Tapi memang kita harus selalu hati-hati dan waspada pada segala kemungkinan terburuk pada hidup kita sih. Life is just unexpected, tapi membuat kita belajar bahwa percaya pada Tuhan (apapun Tuhan kalian yang sedang membaca) bahwa Ia pasti akan melepaskan kita dari berbagai macam cobaan yang kita lalui.
I think that's all, thank you
Wassalamualaikum,
No comments:
Post a Comment
MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...