Ini kali pertama, selama pernikahan saya dan suami yang nyaris 10 tahun ini, dipaksa untuk long distance. Apa ini tantangan atau cobaan atau ujian, entahlah, tapi kalau bisa "gampang" memilih, ya kami maunya ada di satu kota dan satu rumah.
Seminggu dua minggu masih oke, ya we missed each other, tapi berganti bulan, rasanya drained banget. Macam ponsel tuh, baterainya tinggal 20%, perlu dicharge. Saya yakin banyak yang lebih parah daripada kami, tapii ... kalau memang bisa saya berharap bisa dekat sepanjang waktu dengannya.
No comments:
Post a Comment
MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...