Tuesday, December 31, 2024

Catatan akhir tahun 2024

Assalamualaikum, 

As usual, saya harus setidaknya menulis di blog ini dalam setahun, yah setidaknya di hari paling terakhir ya, hehehe. Sebenarnya baaanyaaaak sekali yang terjadi di tahun 2024 ini, saya mau coba spill sedikit aja yang jadi pembelajaran saya selama setahun ini, yang semoga bisa jadi pegangan saya untuk menghadapi tahun-tahun berikutnya. 

Sesungguhnya, tahun 2023 dan 2024 itu hampir mirip, karena masalah finansial masih menjadi pemikiran terbesar untuk saya dan suami. Saya nggak bisa bohong sih, terlalu banyak keinginan di hati ini, tapi effort yang dilakukan tidak banyak. Self note buat saya yang memang sering terdistraksi dengan banyak hal. Apapun yang saya tulis di akhir 2023 tahun lalu, juga tidak banyak berubah di tahun ini, terlihat sekali mindset dan tabiat saya yang belum berubah. Satu sisi ini bikin saya merasa ya ampun sekecil itu kah cara berpikir saya, kebanyakan wondering tentang ambisi dan harapan tapi hasilnya kosong. Sisi lainnya, selalu ingin menghargai setiap step kecil yang telah terjadi dalam hidup, dan saya yakin ada kok peningkatan tersebut, sayangnya saya lebih banyak berfokus pada kekurangannya saja.  

Empat bulan terakhir 2024 ini juga merupakan pukulan yang besar juga dalam hidup saya dan keluarga, karena suami saya di usianya yang "baru" 40 sekian, terserang stroke. Memang tidak berat, sehingga masih memungkinkan untuk dapat bekerja ke sana dan ke mari paska terkena stroke, tapi c'mon siapa yang ingin saya bodohi, pasti hal itu berdampak juga pada waktu, pikiran dan finansial kami. Saya sangat-sangat bersyukur ada BPJS yang membantu untuk dapat membayar semua treatment tersebut, but you know kalau hal-hal kecil dan besar lainnya pasti berdampak. Salah satunya suami tidak dapat fleksibel bekerja dengan lancar. Akhirnya saya harus bisa untuk setidaknya menopang sedikit banyaknya kebutuhan keluarga kami. Saya nggak bilang ini tentang keuangan melulu ya, tapi banyak banget lah, beberapa diantaranya adalah waktu dan energi yang harus saya keluarkan dobel untuk bisa merawat suami dan anak juga. 

Otak juga lebih banyak terisi dengan "ketakutan-ketakutan" yang sebenernya belum kejadian, tapi itu mengusik tiap waktu. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu, apakah aku sudah melakukan hal yang terbaik atau belum, apakah aku sudah menjadi istri, ibu dan anak yang baik, bagaimana masa depan kami kalau begini dan begitu. Iya, manusiawi memang, tapi ingin rasanya semua hilang dengan sekejap mata dan kami bahagia aja gitu tanpa masalah, tapi kan nggak mungkin ya. Apalagi distraksinya banyak banget saat ini, ya media sosial, ya orang lain dengan pencapaian yang lebih baik, ya opini dan kritik orang lain, it’s tough to push that out of my mind. Bener-bener harus bisa mengatur pikiran ini agar bebas dari pikiran buruk sih emang, karena kadang saya lupa bahwa apa yang saya capai sekarang, mungkin ingin menjadi pencapaian orang lain juga loh. 

Mumpung besok sudah awal tahun baru (lagi), mau deh untuk me-reset otak menjadi lebih baik, yang susah emang konsistensi ya, set the goals yang sering tiba-tiba melebar kemana-mana, wkwkwk. Yeah I know, resolusi emang hanya sekedar resolusi kalau tidak dikerjakan sesuai rencana. Balik lagi seperti yang sebutkan di awal paragraf,  semoga tulisan ini bisa jadi pegangan saya untuk menghadapi tahun-tahun berikutnya. 

Alhamdulillah untuk tahun lalu, Bismillah untuk tahun depan. Semoga saya bisa jadi lebih baik secara mental, fisik dan pencapaian, besar ataupun kecil. Suami saya juga bisa lebih sehat lagi, dan Allah melembutkan hatinya sehingga ia mau berhenti melalukan hal-hal yang merusak kesehatan fisik dan mentalnya. Doa yang sama untuk anak saya, semoga semakin fokus untuk meraih apapun yang ia inginkan dalam kehidupan remajanya nanti dan keluarga terdekat saya, terutama orang tua saya yang senantiasa selalu diberi kesehatan lahir dan batin. 

Semoga, tahun 2025 kami punya setidaknya satu hal baik dan BESAR untuk dicapai, misalnya Umroh bareng gitu ya, hehe, aamiiin.  

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum

1 comment:

  1. Semangat ya, Fen. Kamu pasti bisa melewati apapun itu dengan baik.
    Mari melanjutkan 2025 dengan semangat... :)

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...