Hai kalian, sekali lagi apa kabar ?
Pandemi memang membuat kita tidak bebas melakukan banyak hal ya, tapi mau bagaimana lagi, kudu dijalani dan selalu melakukan terbaik agar terhindar dari penyakit.
Nah ngomongin penyakit nih, di saat saya menulis ini ada masalah yang lagi gencar-gencarnya dibahas di berbagai media. Tentang glorifikasi artis yang baru saja keluar dari penjara karena kasus pelecehan seksual dua remaja. Saya jujur saja tidak menonton acara di saat ia dipertontonkan dielu-elukan di jalanan setelah keluar dari penjara. Saya juga bukan fans artis tersebut, bahkan bisa dibilang saya selalu menganggapnya terlalu cari muka dari dulu. Saya jadi ingin menanggapi saja sih orang-orang yang masih membelanya, manusia memang tidak sempurna ya, saya pun tidak sempurna, tapi apakah atas nama ketidaksempurnaan itu kita jadi selalu permisif pada banyak hal. Menganggap dia manusia, tempatnya salah, harus dimaafkan, nanti kalau nggak masuk TV, dia mau makan apa ?
Ini tuh semacam penyakit kaum kita gak sih ? Permisif aja gitu, jujur lah, saya juga sering begitu. Kita memang kudu harus lihat dari berbagai sisi untuk melihat, oh kita bisa maafin kok, atau oh sebaiknya dia tidak perlu meladeninya lagi.
Nah berhubung nih kasusnya jelas banget ya, orangnya terbukti bersalah dan sudah dipenjara 5 tahun (yang katanya potongan hukumannya banyak banget), bahkan terbukti menyuap pihak pengadilan, ya jelas salah gitu. Masa iya kita mau permisif, ah itu kan masa lalu, manusia pasti berubah kok. Well, kalau dia berubah, dia nggak akan mau tuh ada acara kayak beginian. Bukannya kudunya instropeksi diri, menutup diri dari media dulu, no comment ataupun kalau komen menunjukkan rasa bersalahnya, but he's not. Like, ah entahlah ... rasanya itu bukan sikap yang gentleman.
Seorang laki-laki akan bertanggung jawab atas perbuatannya, seorang laki-laki nggak akan kebanyakan drama dan kebanyakan ngomong. Mana lah ini stasiun tv banyak dikecam sama masyarakat lagi, kamu bisa banyak membuat orang lain juga kehilangan pekerjaan hoy ... nasib istri yang bersuamikan orang tivi.
Intinya adalah, jangan berikan panggung lah untuk sosok seperti dia, semakin diberi panggung semakin besar kepalanya, semakin drama jadinya ... Bahkan saya nggak mau nyebut namanya biar gak makin menjadi-jadi 😕
No comments:
Post a Comment
MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...