Sunday, October 31, 2021

Review I'm Mita, your housekeeper (2011) : Awalnya nonton ini berasa draining my soul sekali, lalu kemudian ....

Assalamualaikum, 

Hai teman-teman, apa kabar ?

Sedang tidak ingin menonton serial Korea, akhirnya saya menonton serial dari Jepang yang masuk ke recommended to watch Netflix saya. Tertarik karena melihat previewnya yang kayaknya kok "lucu", setelah nonton episode pertamanya, wow, ternyata tidak lucu teman-teman, saya langsung nyesek, nyesek tuh bukan karena kemudian ceritanya sedih banget gitu, tapi karena ceritanya sangat heartbreaking, kekerasan yang dilakukan kepada anak kecil dan remaja, suicide dan perselingkuhan. 

Tapi saya tahan-tahanin untuk nonton karena rasa penasaran, bertanya pada beberapa teman yang sudah nonton katanya serial ini salah satu worth to watch di Jepang. Bahkan setelah saya googling, ada remake versi Korea-nya dong, yang main Choi Ji Woo (Winter Sonata), yang berarti nih serial bener-bener bagus sampai ada remake-nya segala.

Diambil dari situs Asianwiki 

Jadi awal ceritanya nampak misterius, seorang housekeeper atau kalau di Indonesia sebutannya "Mbak", hehehe, atau apa ya, "pengurus rumah tangga"? atau saya sering menyebutnya "rewang" ?, si rewang ini berdiri di depan sebuah rumah menunggu waktu yang tepat untuk masuk. 

Kisah dimulai dari sebuah keluarga yang nampak berantakan, seorang gadis remaja yang harus membangunkan adik-adiknya dan ayahnya yang akan beraktifitas pagi. Rumahnya juga tidak tertata dengan baik, di pukul 7 pagi tepat, suara bel rumah berbunyi dan muncullah Mita, seorang housekeeper yang katanya dipekerjakan untuk membantu mengurus rumah tersebut. Diawali dengan keraguan dari keluarga tersebut, namun akhirnya cerita mengalir. 

Dari awal episode pun sudah muncul berbagai macam konflik yang berkaitan dengan keluarga ini. Ternyata mereka sudah ditinggal mati oleh Ibu mereka selama 49 hari, jadi mirip dengan Korea, di Jepang pun ada istilah jiwanya kembali ke surga di hari ke 49, semacam 40 hari mungkin ya di budaya Islam (Indonesia), tapi tidak ada embel-embel jiwanya kembali ke surga gitu. 

Hmm anyway, selama 11 episode serial ini, dalam setiap episodenya kita dibawa untuk mendalami masing-masing karakter, ada si tokoh ayah yang berselingkuh dan sangat-sangat tidak bisa diandalkan (kesel banget daah), anak perempuan tertua yang merasa semua beban ditanggung olehnya, anak laki-laki remaja yang emosian, anak tengah yang pintar dan berencana ingin masuk ke sekolah swasta favorit, dan anak perempuan paling kecil yang polos dan suka bertanya. Selain keluarga inti mereka ada pula sosok mertua yang dianggap galak, menakutkan dan tidak memahami situasi, dan si tante, adik sang Ibu yang meninggal yang selalu datang tidak tepat waktu dan membuat semua hal berantakan. 

Diambil dari situs Tumgir

Mungkin kalau teman-teman melihat cerita awal serial ini, sama seperti saya, akan merasa "ya ampun, kok gak ada manis-manisnya sih cerita ini, toxic sekalii ...." Mana si housekeepernya, Mita, itu sangat misterius, macam robot, bahkan saya sempat berpikir mungkin ini cerita tentang housekeeper yang hatinya sudah mati karena sebagian dari dirinya adalah robot, hehehe, gak jadi cerita drama lagi dong. 

Tapi ternyata bukan begitu teman-teman, saya tidak mau spoiling, intinya sih serial ini cukup menarik untuk ditonton, tapi tidak untuk usia muda sekali ya, ya mungkin anak usia 15 tahun ke atas lah sudah bisa memahami konfliknya dan masih aman untuk ditonton untuk usia segitu. Dan ceritanya membuat saya memahami posisi masing-masing karakter, remaja yang tidak dapat berpikir jernih dan merasa diri mereka benar, orang tua yang pada akhirnya harus mengalah untuk anaknya, dan sebuah hal yang terus menerus dikikis akan dapat menjadi trauma bagi seseorang. 

Serial ini tidak membuat saya menangis sih sebenarnya, tapi ya itu, jadi lebih memahami kondisi seseorang dan saya merasa saya jadi bisa menilai psikologi seseorang dari bagaimana mereka hidup dan menjalani peran mereka dalam kehidupannya. Dan jangan khawatir, ceritanya happy ending kok, walau ada hal-hal yang saya anggap menggantung, khas serial Jepang. 

Apakah saya merekomendasikannya? Ya, tonton saja kalau tidak lagi patah hati, hahaha, semakin stabil emosi kalian semakin baik kok. Happy watching ! 

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

No comments:

Post a Comment

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...